Abstract

Tuntutan konsumen akan kualitas pelayanan kefarmasian mengharuskan adanya perubahan pelayanan, yang biasanya berorientasi pada produk obat, menjadi perubahan pelayanan yang berorientasi pada konsumen. Dengan penerapan pelayanan kesehatan, kepuasan menjadi bagian yang integral dan menyeluruh dari kegiatan layanan kesehatan. Apotek selaku penyedia jasa dituntut memberikan pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan masyarakat. Penelitian tentang pengaruh kualitas pelayanan farmasi terhadap kepuasan konsumen (pasien) di apotek x kota Bukittinggi merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada 50 responden yang melakukan pengambilan obat dengan resep di apotek tersebut. Jenis penelitian adalah observasional pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji statistik pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kenyamanan, ketersediaan obat, harga obat, kecepatan pelayanan, pemberian informasi obat, kemudahan pelayanan dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sudah merasakan puas terhadap mutu pelayanan di apotek x kota Bukittinggi untuk kelima dimensi , yaitu Tangibles (bukti langsung) dengan skore 2,89, Reliability (keandalan) dengan skore 2,98, Responsiveness (ketanggapan) dengan skore 3,03, Assurance (jaminan) dengan skore 2,65, Empaty (empati) dengan skore 2,79. Dapat disimpulkan responsiveness yang paling banyak disukai dari kelima variabel terhadap kepuasan konsumen (pasien) di apotek x kota Bukittinggi